Kesibukan dalam bekerja, menyebabkan banyak orang yang tidak mementingkan kebiasaannya sehari-hari. Pada akhirnya kebiasaan yang dilakukan menjadi faktor risiko penyakit jantung koroner.

Faktor risiko penyakit jantung koroner merupakan informasi yang banyak dicari oleh masyarakat masa kini. Pasalnya dengan kebiasaan buruk yang dilakukan oleh masing-masing orang mendatangkan banyak penyakit mengerikan, salah satunya adalah jantung koroner. Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa setiap kebiasaan yang dilakukan dapat menimbulkan hal buruk bagi kesehatan. Itulah yang membuat kami begitu tertarik untuk memberikan pengetahuan terkait apa saja kebiasaan yang dapat mendatangkan penyakit mematikan.

5 Penyebab yang Dapat Memicu Jantung Koroner

Mengetahui apa saja faktor risiko penyakit jantung koroner adalah bekal yang begitu penting. Pasalnya mayoritas orang hanya akan menjalankan hidup sesuai keinginan mereka, tanpa memikirkan apakah itu sehat atau tidak. Namun apabila Anda sudah memahami faktor dan resiko jantung koroner, maka Anda jadi lebih paham tentang bahaya jantung koroner dan akan berusaha untuk menghindari kebiasaan buruk. Untuk detilnya, berikut kami sajikan melalui beberapa poin :

1. Merokok

Merokok adalah kebiasaan yang menjadi resiko paling utama seseorang terkena penyakit jantung. Pasalnya kandungan nikotin serta karbon yang terdapat di asapnya akan memberikan beban dalam kerja jantung. Hal tersebut akhirnya menyebabkan jantung bekerja dengan lebih cepat. Nikotin dan karbon pun akan meningkatkan resiko penggumpalan darah dalam otak. Oleh karena itulah para perokok aktif pasti akan memiliki resiko terkena jantung koroner yang lebih tinggi, yaitu sebanyak 25%.

2. Diabetes

Penyakit diabetes tidak hanya terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan manis terlalu banyak. Akan tetapi kebiasaan merokok yang terjadi pun akan menyebabkan seseorang mudah terserang diabetes. Bahkan resiko terkena penyakit diabetes dapat meningkat sebanyak 2x lipat. Ketika diabetes telah bersarang di tubuh, tidak menutup kemungkinan jantung koroner pun ikut mencuat.

3. Tekanan darah tinggi

Faktor risiko penyakit jantung koroner yang selanjutnya yakni tekanan darah tinggi. Ketika seseorang terkena rekanan darah yang tinggi maka ini akan menjadikan jantung bekerja dengan lebih keras. Pemicu dari darah tinggi ini adalah mengonsumsi beragam makanan yang memiliki kadar garam tinggi. Seseorang yang terkena darah tinggi itu akan memiliki tekanan darah normal 90/60 sampai dengan 120/80 mmHg.

4. Kolesterol tinggi

Lemak yang terlalu banyak dihasilkan organ hati pada akhirnya akan menyebabkan kolesterol. Sebenarnya ada kolesterol jahat dan kolesterol baik. Kolesterol baik yang akan memberikan keuntungan bagi tubuh. Pasalnya koelsterol baik akan membantu dalam pembentukan sel sehat dalam tubuh. Namun ketika kolesterol jahat lah yang meningkat, maka penyakit jantung pun akan muncul. Untuk itu Anda harus dapat membiasakan diri agar kolesterol jahat tidak meningkat di dalam tubuh.

5. Thrombosis

Thrombosis merupakan penyakit yang berupa pembekuan darah. Pembekuan darah ini nantinya akan terbentuk dalam pembuluh vena ataupun arteri. Apabila pembekuannya terbentuk dalam arteri, maka hal tersebut akan memberikan hambatan dalam pengaliran darah ke jantung. Dengan begitu resiko terjadinya serangan jantung akan semakin meningkat.

6. Makanan tidak sehat

Jantung koroner akan meningkat apabila seseorang tidak mampu menjaga makanan yang dikonsumsi. Faktor risiko penyakit jantung koroner yaitu dari makanan yang di dalamnya mengandung banyak lemak. Ketika lemak tak sehat tersebut sudah menumpuk dalam tubuh, maka kadar kolesterol akan semakin meningkat juga. Mulai sekarang cobalah lebih pemilih ketika akan mengonsumsi makanan. Jangan konsumsi terlalu banyak makanan berlemak dan perbanyaklah makanan yang direbus.

7. Kurangnya olahraga

Olahraga merupakan kebiasaan yang harus selalu dilakukan oleh setiap orang demi menjaga kebugaran tubuh. Ketika olahraga tidak dilakukan rutin, maka tak hanya jantung koroner yang mengancam, akan tetapi ada begitu banyak penyakit lain yang ikut mengancam. Mengapa olahraga merupakan kebiasaan yang harus dilakukan? Pasalnya dengan olahraga, tubuh seseorang dapat mengontrol lemak yang ada di dalamnya.

Ketika tubuh tidak banyak bergerak maka lemak akan menumpuk dan akhirnya menyebabkan kolesterol. Apabila kolesterolnya sudah tinggi, maka jantung koroner pun muncul dan menyebabkan berbagai hal yang tak terduga. Contohnya seperti sesak napas, mudah lelah, jantung berdebar-debar dan bahkan kematian secara mendadak. Namun akan berbeda cerita apabila Anda selalu meluangkan waktu untuk olahraga. Tubuh Anda pasti akan lebih sehat karena pembakaran lemak terjadi dengan sempurna.

Sejumlah Bahaya yang Disebabkan Jantung Koroner

Ketika seseorang divonis terkena penyakit jantung koroner, maka berhati-hatilah karena penyakit tersebut sering menyebabkan beragam hal mengerikan secara tiba-tiba. Bahkan banyak yang memberikan pendapat bahwa jantung koroner lebih berbahaya dari pada kanker. Bahaya paling utama yang disebabkan jantung koroner adalah, terjadi kerusakan di organ jantung. Kerusakan jantung merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner.

1. Kesehatan Tubuh Menurun
Padahal ketika jantung sudah mengalami kerusakan, maka kesehatan tubuh akan sering terganggu. Bahkan seseorang yang mengalami kerusakan jantung akan merasa tidak sehat dan akhirnya hanya dapat berdiam diri di sebuah tempat. Orang yang mengalami kerusakan jantung pun akan lebih mudah lelah ketika melakukan aktivitas. Pada akhirnya aktivitas pun jadi terhambat dan tidak dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat.

2. Komplikasi
Bahaya yang kedua, jantung koroner dapat menyebabkan penyakit yang komplikasi. Penyakit komplikasi sudah cukup terkenal bagi masyarakat Indonesia. Bahkan sekarang penyakit komplikasi tak hanya diidap oleh para orang tua saja, melainkan orang-orang yang umurnya masih 30-an. Hal tersebut terjadi karena kebiasaan yang tidak baik dan dilakukan terus menerus.

3. Sesak Nafas
Untuk bahaya yang ketiga, dada akan terasa sesak. Inilah faktor risiko penyakit jantung koroner yang sangat ditakuti oleh setiap pengidapnya. Ketika dada terasa sangat sesak maka itu menandakan bahwa fungsi dari organ jantung sudah tidak baik. Dengan begitu ketika pengidap jantung koroner sedang melakukan aktivitas tertentu akan langsung merasakan sesak nafas dan terkadang pun terasa nyeri yang hebat.

4. Kematian Mengancam
Bahaya yang keempat, terjadi kematian secara mendadak. Ini merupakan hal yang benar-benar ditakutkan oleh setiap pengidap jantung koroner. Di sekitar Anda tentu sering terjadi kematian mendadak. Sebagai contoh, sedang tidur namun tiba-tiba dinyatakan meninggal. Hal tersebut bukan hal yang aneh. Ketika orang tersebut memiliki riwayat darah tinggi, maka jantung koroner yang menyebabkan kematian mendadak dapat terjadi.

Ketika tubuh Anda tidak mengonsumsi makanan selama 4 hari 4 malam, tubuh masih dapat bertahan dan bernapas. Akan tetapi ketika jantung tidak dialiri darah selama 4 detik, nyawa lah yang menjadi taruhannya. Seseorang yang dinyatakan mati mendadak pasti disebabkan karena jantung tidak mendapatkan aliran darah selama 4 detik. Inilah yang sering terjadi kepada para penderita jantung koroner.

Melihat banyak sekali faktor risiko penyakit jantung koroner, seharusnya membuat Anda semua lebih peduli dengan kesehatan. Faktor-faktor penyebab jantung koroner telah kami sebutkan dan jelaskan di artikel ini, sehingga Anda harus lebih memahami dan mulailah mengaplikasikannya. Ketika kebiasaan sehat telah diaplikasikan dengan baik, maka jantung koroner akan jauh dari kehidupan Anda semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.